Cak Mis… Mangan "Pisuhan" wareg Rek!!

ada Krisdayanti, cucak rowo, keong racun dan kepala pusing..

Sebuah warung kaki lima akan sangat identik dengan dunia jalanan versi rakyat kelas ekonomi. Apalagi jika kaki lima itu berada di kota Surabaya yang yang kental dengan grammar “pisuhan” cak cuk-nya. Bagi saya yang asli Jawa Tengah tentunya akan merasa asing dengan bahasa-bahasa yang selalu bersliweran ditelinga kota ini. 9 tahun hidup dikota Surabaya tapi hati ini belum sreg utuk ikut ikutan menggunakan kosakata itu.

Contohnya:

Djancuk…!

Jangkrik…!

Ndasmu Pecah…

Mbokmu ancuk (Mother Fucker)

dkk

bu Tika ngitung bathi sak trek…

Nah bagi anda yang belum pernah mendengarkan Pisuhan versi kaki lima Jawa timuran, saya sarankan untuk mengunjungi warung kaki lima di jalan Bintoro ini. Lokasi sangat mudah dicapai karena dekat dengan jalan raya Darmo, jalan utama menuju tengah kota Surabaya. Pemiliknya adalah Cak Mis, yang dibatu oleh Ibu Tika sebagai Manager Marketing dan Pak Bowo sebagai peracik minuman handal.  Tidak ada yang istimewa dengan barang dagangan yang sebagian besar berupa gorengan atau jajanan pasar. Tapi yang menjadikanya unik dan istimewa adalah nama-nama yang diberikan untuk setiap makanan yang ada disana.

“Cak aku njaluk sembakone” pelanggan yang baru datang meminta sebungkus nasi.

“ iwak opo cak, kering bali daging opo kering bali telor” pelayanan pertama. “digondol mulih opo diciak kene” lanjutanya.

Lapangane wes ono opo durung, ngawe sekrop opo kolam renang

“Ngumbe opo? Mbok Nom, opo estewe

wisatawan jepang dan Luken

Itulah introduce yang sering dilakukan antara pembeli dan penjual, bagi yang belum pernah kesana tentu akan bingung dengan  nama-nama yang digunakan. Apalagi mau makan bukanya dikasih sendok malah dikasih sekrop, belum lagi dikasih kolam renang…. Behh..

Tentunya pisuhan diantara mereka bertiga sahut menyahut saling meramaikan tanpa tedeng aling aling, yang menambah kebersamaan diantara kehidupan rakyat. Dan tentunya menambah kenikmatan jajanan versi kaki lima ini. Buka mulai siang menjelang sore hingga tengah malam. Saking larisnya sekitar jam 8 malam sembako yang dijual sudah dipastikan akan amblas dinikmati.  Bukan hanya orang-orang jalanan yang menikmati menu makanan disini, bahkan sebagian rakyat kelas menengah atas atas pun ikut menikmatinya, tentunya Tanpa undang-undang yang mengaruskan mereka membeli Pertamax 😀

Untuk mempermudah jika anda berkunjung kesana, mari saya sebutkan beberapa istilah untuk makanan yang ada disana beserta nama keren yang diciptakan.

Sembako : Nasi bungkus (dibungkus dengan daun pisang)

Lapangan : piring yang terbuat dari logam. Biar awet gak mudah pecah.

Sekrop : sendok

Kolam renang : kobokan, air untuk cuci tangan (bukan untuk diminum !!! hahaha…)

lap Lambe : tisu (pembersih mulut)

Wong mlarat : Bakwan (dalam jawatimuran = ote-ote, ote-ote diartikan juga dengan tanpa baju, jadi karena tanpa mengenakan baju maka disebut wong mlarat = miskin)

Krisdayanti : sate usus yang dikasih bumbu bali(mirip rambut kritingnya Krisdayanti)

Keong racung : sate keong mas

Cucak Rowo : sate Telor Puyuh

Udang dibalik batu : sate udang

Kulit landak : sate kulit ayam yang digoreng kering

Cah elek : sate cecek (kikil)

Usus mbulet : sate usus yang goreng

Kepala pusing : kepala ayam

Pakan Doro : dadar jagung (makanan burung dara)

Lonte : lento, makanan yang biasa dicampurkan pada lontong balap terbuat dari kacangan

Tahu isi : tahu isi, tahu brontak

Martabak India : Martabak Telor

Guling : Lumpia

Spring bed : Pastel

Damp Trek : Molen (Dump Truk, molen: mesing penggiling semen)

Risoles : ?

Bantal : Roti goreng

Lumpur Lapindo : kue puding bubur sumsum

Mbok nom = Sinom (sak gallon = sinom satu botol aqua besar)

Estewe = Es the

..dan  lagi sebuah nama yang tidak kalah kontrofersialnya…

Kopi Ngac*ng (maaf!) = kopi Ginseng CNI

dan dulu ada menu yang tidak kalah uniknya…

Larangane Gusdur : didih (darah ayam, karena Haram sudah 2 th ini tidak dijual lagi)

Cak Mis, Bu Tika dan Pak Bowo

Demikianlah kosakata yang wajib diapalkan jika ingin berkunjung ke Warung cak Mis…kalo nggak apal juga nggak apa ding, dijamin wareg ngekek… Masih ada beberapa jenis makanan yang belum sepenuhnya saya hapalkan, Nanti jika ada kesempatan kesana lagi coba mengumpulkan materi lain untuk mengupdate tulisan ini. jangan dikira meskipun hanya berjualan kaki lima dengan satu grobak ala kadarnya Cak Mis, Bu Tika dan Pak Bowo pernah beberapa kali saya melihatnya di SBO TV dan TRANS TV… wow!!

“Bu Tika aku wis mari, mangan sembako sitok, ngombene Mbok Nom karo Estewe, Krisdayanti, Guling, Martabak India, Lumpur Lapindo…. Kabeh piro”

“Sembako..mbok nom estewe…. Jajan… kabeh Rp13,500,” bu Tika menghitung dengan kalkulator bakul berasnya.

“Suwun bu”

Matur Kebacut” Cak Mis menjawab kalimat penutupnya

-cak hans-

www.trihans.com

Advertisements

14 responses to “Cak Mis… Mangan "Pisuhan" wareg Rek!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s