Cinta kami disudut kamar itu… [Ramadhan Berbagi 2012-]

kami membagi cinta

Namanya Warsini, Oma ini sebatang kara hidupnya. Ibunya meninggal saat usianya baru 2 tahun dan ayahnya meninggal saat usianya 32 tahun. Beliau asli kota Kudus, dan pernah mengikuti program Transmigrasi ke Pulau Sumatera. Disana pula suami tercintanya meninggal dan dikebumikan. Menurut ceritanya Oma baru 6 bulan tinggal di Panti Wreda ini sebelumnya beliau Tinggal di Panti yang sama di sekitar Kabayoran. Wajahnya keriput, bola matanya tidak lagi hitam jernih yang menandakan berkurangnya fungsi penglihatanya. Tapi beliau masih bisa mengenali kami yang menjenguknya di salah satu sudut dalam Panti Wreda ini.

mereka asik mendengarkan cerita oma…

Diusianya yang sudah renta ini, beliau sangat berterima kasih masih ada tempat yang mau menampungnya. Tak banyak yang diharapkanya, beliau hanya ingin menjalani sisa hidupnya disana. Disaat tak ada lagi sanak saudara, tak tahu lagi dimana dia akan tinggal. Maka panti ini adalah segalanya baginya. Oma Warsini bersama dengan 4 sebayanya mendiami satu kamar di sudut panti ini. Dan tempat tidurnya yang tanpa memakai dipan, karena mereka memiliki kekurangan fungsi fisik termakan usia. Jika tidak dibantu oleh pengasuh, mereka berjalan dengan merangkak untuk menuju ke tempat lain. Itulah perjuanganya untuk mencoba tidak merepotkan pengasuh di Panti ini.

“Oma usianya berapa?” tanya kami pada oma.

“Ya… masih 40an” dengan malu-malu Oma Warsini menjawab pertanyaan kami. Mungkin 80an tahun sebenarnya, karena kami yakin oma tak ingat lagi kapan beliau dilahirkan.

Sore itu beberapa dari kami bercengkerama dengan penghuni Panti yang tidak bisa bergabung dengan penghuni lainnya yang masih sehat dan bisa berjalan di pelataran depan. Cerita Oma Warsini mewakili sekitar 90an penghuni di Panti Wreda yang terletak di jalan Jelambar ini. Mereka tidak hanya berasal dari sekitar Jakarta, bahkan lebih banyak yang berasal dari beberapa kota di tanah air. Sebelum mereka tinggal di Panti ini, berbagai profesi mereka jalani untuk bertahan di kerasnya ibu kota.

airmata bahagia dari kami…

Seperti seorang bapak dengan gigi yang hanya tersisa beberapa, tersungging di senyumnya yang lepas. Dia menghuni Panti ini setelah tekena razia  saat sedang menjadi seorang pemulung. Dan yang membuat kami takjub, meskipun beliau seorang pemulung ternyata beliau mampu menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang sarjana. Hanya saja karena satu lain hal anaknya tidak mampu mengurus dimasa tuanya. Sungguh cerita yang sangat menyentuh, Orang tua akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Apapun yang harus dijalaninya, seberat apapun mereka akan mencurahkan energinya untuk anak-anaknya.

kami pun berdendang romantis..

Sebagian besar penghuni dan perserta Ramadhan Berbagi Mendendangkan lagu-lagu lama bersama dipelataran depan, sungguh senangnya melihat mereka bergantian request lagu nostalgia yang mengingatkan masa-masa mudanya. Ah kami pun berbaur bersama dengan suasana yang sungguh romantis ini. Mereka tertawa kamipun bahagia. mereka menyanyi kamipun berdendang diiringi petikan gitar sang pujangga.

Sedikit waktu yang kami bagi bersama mereka, tak banyak tenaga yang kami berikan buat mereka. Bukan materi yang ingin kami suguhkan disini, tapi berbagi kebahagian bersama mereka yang dimasa lanjutnya menghabiskan sisa hidupnya didalam kamar Panti. Sungguh, durhakanya kami jika membiarkan kedua orang tua kami hidup tanpa cinta dari anak-anaknya. Membiarkan mereka menghabiskan waktu dan menanti hingga ajal tanpa kami disisinya.

#terima kasih untuk Komunitas Brantai; Semua Panitia Ramadhan Berbagi 2012; Semua Peserta dan Donatur; Serta semua pihak yang telah mendukung Acara Bakti sosial ini.

-hans-

@trihansdotcom | http://www.trihans.com

Like ·  · Unfollow Post · Share · Delete

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s