[ #imigransibuk ] Mabok Kangkung

DSC01158

Di kala libur kerja, sebagai anak kos senior dalam dunia perkosan ini saya mencoba menvariasikan menu makanan yang saya konsumsi. Kalo dulu saya tergantung dengan mba-mba warteg, bahkan sampe kenal beberapa mba-mba warteg yang setia melayani saya. Dari ujung gang sampe gang paling sempit sudah pernah saya jelajahi rasa masakan yang hampir rata-rata air. Alias sama saja, hanya saja pelayanan dan jiwa kedaerahan yang sama-sama berbahasa ngapak ini kadang membuat Mister Takrip cemburu. Bagaimana tidak, dengan menu yang 11-12 kadang harganya beda, tentunya lebih murah bagi saya yang bisa berbahasa ngapak dengan fasih lahir batin ini.

Hampir setahun ini saya mencoba untuk memasak di hari libur, selain rasanya lebih sesuai dengan selera juga harganya yang jatuhnya jauh lebih murah dari pada beli di warteg. Untuk ukuran kebersihan juga lebih higienis dan sehat. Nah salah satu menu andalan yang sangat saya sukai adalaih tumis kangkung bumbu terasi. Menu masakan ini rasanya jauuuh lebih nikmat dari pada saya makan spageti dan teman-temanya yang terasa asing di lidah ndeso ini. Apalagi jika dipasangkan dengan Tempe goreng, maka sempurnalah menu makanan untuk anak kos.

“Krip, kita masak tumis kangkung lagi yo?”

“kangkung lagi cak? Opo ora bosen kowe, kangkung tempe kangkug tempe.. kalo dinyanyikan itu seperti suara kodok sedang bernyanyi di empang lho cak!”

Hahaa, ada-ada saja kamu Krip.”

Sepulang dari pasar senggol, lagi-lagi saya dapat buruan 2 ikat kangkung ditemani tempe. Ini menu paling kami gemari. Karena rasanya yang sederhana dan ternyata kangkung ini mengandung zat yang bisa menenangkan dan menumbuhkan rasa nyaman. Selain itu juga ada beberapa vitamin dan kandungan Zat besi yang bisa menambah semangat untuk selalu ON menjalani kehidupan #imigransibuk yang semakin sibuk saja. Sampai-sampai sudah 5 bulan ini tidak sempat menuliskan gendu-gendu rasa bersama Mr. Takrip.

Sambil mrithili Kangkung inilah percakapan ini terjadi…

“Kowe ngerti ora krip?, Kangkung ini salah satu menu makanan yang naik derajat. Yang dulunya hanya dikonsumsi rakyat jelata yang terpaksa makan kangkung tiap hari karena memang tidak tidak ada pilihan lain, duite cekak.”

“Ah moso cak? Kok bisa naik derajat? Kaya pengusaha mebel yang mau jadi rojo saja, pake istilah naik derajat”

“Hus!, nggak usah disangkutpautkan sama politik. Naik derajat kan ada yang karena hasil usaha dan prestasi dan juga ada yang karena keadaan baik yang menyebabkanya naik derajat. Kalo menurutku pengusaha mebel itu pantes naik derajat, karena memang terbukti melakukan perbaikan di kampungnya sana, tapi belum di Jakarta ini to? Kita masih butuh bukti lebih untuk menjadikan Jakarta semakin layak untuk ditinggali”

“Weleh-weleh, ikut ikutan latah nyrempet politik juga to cak?”

“Emang sedang wayahnya Krip, gatel nek gak ikutan mbahas itu.”

“Wes, ini tentang kangkung yang naik derajat. Dengan harga seiket yang hanya Rp. 1000,- sekarang yang namanya kangkung bisa sampe menembus angka puluhan ribu untuk satu porsinya yang cuma sak wadah ulekan dari tanah, kalo dijual di rumah makan atau di warung lesehan. Bener to? Lak mathuk kalo disebut naik derajat.”

“Hooh, bener kowe cak!. Dengan menjual nama ndeso ‘cah kangkung’ sekarang naik derajat jadi menu wajib kalo pesen di retoran. Padahal kita masak Kangkung hampir tiap hari to cak, modal sewu ripis bisa mengenyangkan kita seharian”

“Ning ati ati Krip, Hati hati, jangan kebanyakan makan kangkung, nanti kamu bisa sakau”

“Lha apa lagi ini cak? Tadi naik derajat sekarang kok jadi sakau gara-gara makan kangkung”.

“Di Amerika sana, Kangkung itu termasuk tanaman yang dilarang karena mengadung zat alkaloid ergoline. Di Mexico yang terkenal dengan gudangnya mafia narkoba, zat tersebut tegolong zat psikotropika yang sama kuatnya dengan LSD (lysergic acid diethylamide) jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Mbebayani to?”

“Wah ko jadi ndrawasi ngono cak, jadi takut olehku makan tumis kangkus bumbu terasi buatanmu ini. Pantesan yo cak, habis makan kangkung itu bawaannya ngantuk, penginnya tidur…ndlosor neng ubin”

“Nah!, jangan-jangan…banyaknya jumlah Golput di Pemilu 2014 kemarin itu gara-gara rakyat kita kabanyakan makan kangkung”

“Waduh, pemikirane sampeyan kok ora karuan ngene cak! Opo dirimu sudah kecanduan kangkung? Mabok kangkung! kok mbahas kangkung sampe ke urusan Negara, masalah pemilu.”

“Coba di telaah bareng iki Krip, Kangkung yang kita pritili ini, yang kita potong-potong dan dipisahkan dari daun yang jelek dan akar yang keras ini kan kelihatan banyak, meskipun 2 iket tapi bisa memenuhi wadah panci ini. Tapi kalo sudah dimasak, tiba-tiba kangkung itu menyusut hanya bisa disajikan dalam piring kecil. Cukup untuk kita makan sekali. Rakyat kita juga hampir sama dengan sifat kangkung yang satu ini, menyusut. Awalnya jumlah penduduk republik yang hampir 240 juta ini. Kok tiba tiba hilang dan menyusut saat Pemilu digelar, bukan hanya karena DPT yang hanya tersisa 75% tapi juga Golongan Putih yang diperkirakan menembus angka 35% dari DPT itu, cukup untuk mangangkat 1 calon presiden dari Golput”

“Mak Jleb, dalem juga cak analisamu, ternyata menu kangkung buatanmu ora nggarahi ikutan sakau, Cuma rodo sableng sitik!…heheh”

“Wooo ndasmu krip!!!”

Sambil tertawa kami terus menyiapkan menu tumis kangkung untuk menemani tempe goreng dan nasi hangat yang kami siapkan. Disatu sisi kangkung memiliki zat penenang yang mungkin saja bisa berakibat buruk nantinya. Tapi disisi lain kangkung yang asli tumbuh di tanah pertiwi ini adalah makanan murah dengan beberapa vitamin yang bisa memenuhi kebutuhan tubuh kita dan juga bisa mengenyangkan perut rakyat miskin di negeri ini saat Daging Impor dan Padi impor semakin tak terkendali.

#Mampang Prapatan, 24 April 2014

-hans-

www.trihans.com | @trihansdotcom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s