Dalam satu titik diam

image

Otak ini terus bergerak, raga inipun tak pernah diam, tapi seperti ada yang selalu tetap, dalam satu titik diam.

Loncat kesana sini, bermain dan tertawa dengan banyak muka. Tapi aku temukan diriku tetap disini, dalam titik diam.

Menulis ini itu, berbait tentang malam dan bersyair tentang dunia. Lelah dan kembaliku disini, dalam titik diam.

Berceloteh dengan tangis, bersajak dalam tawa, kemarin esok dan sekarang, aku kembali dibaris pertama, dalam titik diam

Ada seperti tiada, hidup seperti mati, terang seperti gelap, antara ruang jarak dan waktu, dalam titik diam.

Menatap langit berputar, mengeja ombak berlari, meniti tebing bermimpi. Sampailah dipuncak antara pagi dan senja, dalam titik diam

Aku bukan aku, suaraku bukan suaraku, tubuhku bukan tubuhku, tak kukenali lagi yang kupandangi tiap pagi, dalam titik diam

Ketika aku bertanya siapa aku? Semua diam, seperti pada satu poros yang sama, dalam titik diam

Hanya satu yang masih kukenali, hanya satu yang masih kuingat, ketika pagi tak lagi sama, hanya nama yang melekat padaku, dalam titik diam

Mungkin seperti namamu untukmu, kan kau bawa dari lahir hingga mati, bahkan setelah kematian. Dalam titik diam

Dan aku terdiam dalam titik diam.

 

-hans-

18 juli via @trihansdotcom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s