[ Ramadhan Berbagi 2014 ] Kek, kisahmu adalah penguat hatiku…

Antrian kursi roda di salah satu wisma panti itu sayup-sayup memanggilku, lambaian tangan tanpa tenaga dengan penuh harap memaksa perhatianku untuk mendekatinya. Suara parau dari empunya kursi itu, Ah… hampir saya tak bisa menangkap apa yang diutarakanya. Hanya sesekali mengangguk dan tersenyum mendengarkan suara lemah itu. Beberapa langkah saya mendorong kursi roda itu dari wisma tempat tinggal ke ruang aula yang sudah dipenuhi penghuni panti dan relawan yang sedang mengadakan kegiatan Ramadhan Berbagi 2014 di Panti Werdha Budi Mulia 3.

Kemudian saya kembali ke salah satu wisma yang dihuni khusus untuk penghuni pria untuk menjemput penghuni lainya. Disana telah menunggu seorang kakek yang saat melihatku kembali tangannya pun melambai penuh harap. Berbeda dengan kakek sebelumnya yang berani meluncur bebas dari wismanya dengan kursi rodanya hingga ke jalanan ber-paving yang menghubungkan antar wisma. Tak tinggi tapi cukup butuh nyali banyak untuk melakukanya, apalagi beliau hanya bisa duduk dikursi roda itu dengan keterbatasn fisik baik karena termakan usia juga karena stroke yang dideritanya.

Maka saat saya hampiri sang kakek kedua ini, dia memintaku untuk berjalan mundur saat menuruni jalur khusus kursi roda ini. Dengan pelan saya dorong kursi rodanya untuk bergabung dengan penghuni lainya di ruang aula. Disini kami akan berbagi keceriaan dalam sebuah acara dengan tema “Ramadhan Ceria Untuk Semua”. Sang kakek kutempatkan dibaris kedua. Bersama dengan beberapa penghuni lainya yang menggunakan kursi roda.

Baru saja saya tinggalkan, beliau kembali melambaikan tangannya. Ada sesuatu yang ingin diceritakanya. Kemudian saya berlutut disampingnya sambil mulai menyapanya. Sang kakek memulainya dengan terisak. Beliau menceritakan awal mula dibawa ke panti ini karena di rumah sudah tidak ada yang mengurusnya. Beliau memiliki tiga orang anak perempuan, dengan 8 orang cucu. Sedangkan istrinya sudah lama meninggalkanya. Hari-hari terakhir sebelum beliau dibawa ke Panti ini adalah hari-hari yang sangat berat baginya. Bagaimana tidak, sang kakek yang hanya bisa duduk di kursi roda ini tidak ada yang mengurusnya di rumah, baik untuk makan maupun untuk minum.

Dan dengan bantuan dari RT setempat akhirnya sang kakek dibawa ke Panti ini. Sudah 7 bulan beliau disini, dan belum ada seorangpun kerabat yang menjenguknya. Dia sangat sedih saat menceritakan semua itu, saya pun hanya bisa memeluknya dan memberikan semangat untuk membesarkan hatinya.

Beberapa cerita lainnya pun saya dapatkan hampir sama, mereka dari berbagai kalangan dari berbagai penjuru negeri ini. Tentunya tak pernah mengharapkan sisa hidupnya jauh dari kasih sayang keluarga. Meskipun hidup di Panti jauh lebih terawat baik dari segi kesehatan, makanan maupun tempat tinggal. Tapi tidak selayaknya kita menempatkan orang tua kita kamar-kamar panti yang dingin tanpa hangatnya kasih sayang dari sanak saudaranya, terutama kita sebagai anaknya.

Acara sore menjelang buka puasa itu diisi dengan nyanyian kami dan penghuni panti, sederhana tapi cukup semarak dan penuh canda, tak sedikit kutemui penghuni panti yang terisak melihat kelakuan kami, mungkin mereka rindu keluarganya. Beberapa kakek dan nenek pun semangat tampil membawakan lagu kenangan masa mudanya. Kami pun mengiringi dengan tepuk tangan ikut menyanyikannya. Ah senangnya bisa melihat senyum dibalik keriput kulit mereka.

Sebelum pulang kuterima salam dari sang kakek yang tadi kutemani, aku tak sempat mengantarkanya kembali. dan sang kakek menitipkan salamnya untukku, terharu.. mungkin sangat singkat pertemuanku denganya. Bahkan nama yang disebutkanya pun tak mampu kuingat, tapi sang kakek mau mengingatku dengan sebuah salam, Ah.. terima kasih kek, cerita yang engkau kisahkan semoga menjadi pengingat bagiku untuk selalu mencitai orang-orang disekelilingku.

Mungkin hari ini kami masih bisa berjumpa, tapi waktu tak akan pernah memberi tahu sampai kapan kita bisa bercengkrama lagi dengan orang-orang terkasih, Kedua orang tua kita…hiks.

#Mampang_Prapatan 11, 20140721@21:00

-Hans-

@trihansdotcom | www.trihans.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s