[ #imigransibuk ] BG, BW dan BH

 wpid-20140821_080950_begal-motor

Dinamika politik yang terjadi akhir-akhir ini, membuat saya terdiam kemitenggengen atau terpaku takjub pada satu keadaan. Semua peristiwa seolah mencuat bertubi-tubi ada yang saling berkaitan dan yang saling serang satu sama lain dan ada juga yang tiba-tiba muncul tanpa sebab. Sampai-sampai saya tak tau harus berbuat apa, harus menuliskan #imigransibuk ini dengan kisah seperti apa lagi. Dan kemudian memilih diam.

Sepertinya hubungan saya dengan Mister Takrip juga semakin renggang. Sibuk sendiri tenggelam dalam kecarut-marutan Ibu kota yang baru kebanjiran kemarin. Mungkin sama seperti kebingungan berjamaah yang dirasakan seluruh warga ibu kota, penanganan banjir yang selalu jadi wacana di awal tahun, penanganan kemacetan yang juga semakin macet wacananya. Bahkan untuk membahas semua itu seperti behenti pada satu titik diam walaupun dibahas dalam perdebatan panjang sampai berbusa dan tanpa hasil. Dalam bahasa jawa ngapak disebutkan dengan kata, kamitenggengen, alias diam tak tau harus berbuat apa.

“Mister piye kabare, Suwe ora rasan-rasan karo awakmu.” Saya menyapa Mr. Takrip yang sedang asik nonton berita TV di kamarnya. Dunia teknologi yang semakin maju sekarang ini mau tak mau sepertinya berimbas pada pola ngobrol kami. Akhir-akhir ini kami lebih sering ngobrol di group messenger bersama #kriukers dari pada ngeteh poci bareng sambil membahas artis baru Dangdut koplo idolanya yang mulai naik daun. Hanya sesekali tubuh buletnya yang gemar tanpa baju itu memasuki kamar saya sambil bercerita segudang keluh kesah sebagai perantauan.

“Weh cak Kohan, Ono opo cak?.”

“Ora popo Krip, pengin ngobrol ae”

“Iki lagi ndelok berita kok sumpek tenan suwe suwe urip neng Jakarta.” Sambil menyeka keringatnya sang Mister mulai membuka rasan-rasan sore ini.

“Berita sing ndi to Krip? Kok sajake memupuskan semangatmu?.” Ada raut kegelisahan yang saya tangkap dari mimik bicaranya.

“Kae lho cak. BeGe, BeWe lan BeHa…” Mister Tarkip mulai menyebutkan beberapa singkatan yang sedang panas di Media Indonesia akhir-akhir ini. Hampir semua tontonan TV membahas perseteruan versi kedua antara dua penegak hukum negeri ini.

“Wah urusan politik to?, berat ketokane iki Krip. Mau mbahas yang mana dulu. Semua saling berkaitan to?. Ning ati ati di ciduk ngko kowe...” sambil mewanti wanti Mr Takrip.

“Bedo-bedo…udu masalah kui, Bukan soal kisruh kampret karo lowo kae…”

“Walah kok bukan cecek karo boyo to Krip?Terus singkatan opo wae itu?.”

“BeGe kui, Begal cak, Sebagai pemotor sejati, aku kok mulai takut lan ora nyaman dengan kondisi jalanan Ibu kota sekarang ini. Ngerti dewe to, korban berjatuhan karena kesadisan Begal sekarang. Si Begal ora mung njupuk motore, tapi juga penyerangan fisik malahan sampe jatuh beberapa korban nyawa. Serem to cak.. Pak Polisi podo neng ndi yo? Pada dimana ya kok gerakannya lambat. Giliran ada oknumnya yang dijadiin ‘tersangka’ kok ya cepet banget cari kasus lain buat mentersangkakan pihak lawannya, ra jelas to!” Panjang lebar Mister Takrip menjelaskan singkatan pertamanya, BG, ternyata tentang berita kesadisan begal yang beraksi di pinggiran Ibu kota. Memang semakin menyiutkan nyali kalo perampasannya disertai penyerangan dengan senjata tajam kepada korbannya.

“Wah nek berita kui aku yo ngeri krip, Aku juga punyanya cuma motor je. Ketar ketir juga kalo naik sepeda motor malam-malam.”

“Apa ini karena imbas dari semakin mahalnya biaya hidup yo Cak?, gara gara keputusan plin-plan pemerintah mainan harga BBM kemarin, kok tiba tiba makin banyak yang nekat berbuat kejahatan?”

“Walah mbuh Krip, wong yang ketangkep itu pelakunya masih remaja je, masih anak anak yang minta duit bapakne.” Saya sedikit menyanggah analisa Mr. Takrip tentang kenaikan BBM dengan semakin menambah tindak kejahatan. Karena khusus untuk pembegalan ini kebanyakan pelakunya adalah masih remaja.

“Lha Terus nek BeWe kui opo? bukan Wakil Ketua nonaktif itu?.”

“Ya bukan Cak. BeWe itu…. Buwerass…alias Beras, Orang jowo kalo mangkel lak olehe nyebut beras mantep to… Buwerasss…. Kae lho tiba-tiba harga beras tak terkendali, naik Rp 1000-4000 per kilonya dari harga biasanya. Ngenes to. Moso kon mangan Gaplek maneh Cak?. Harga makanan di Warteg kita imbasnya ikut naik juga.”

“Whaa… yo nggak segitunya Krip. Aku yo kaget. Meskipun kalo beli beras di toko depan kosan cuma 2 liter. Ya ikut kaget juga dengan harganya, biasanya cuma Rp 8500 per liter kok naik jadi 12 ribu. Bukan naik itu namanya tapi ganti rego…. Ganti Harga..”

“Yo yo yo… Wis gak ono ajine yo sing jenenge negeri subur tongkat kayu dan batu pun jadi tamaman..” Semakin nyiyir sang mister ini.

“Negeri ini tetep subur kok, cuma rakyatnya terlena sama kesuburan dan penguasannya juga kadung serakah seneng ngurusin perutnya sendiri dan urusan dibawah perutnya itu Krip.”

“Whoo…bener kui cak”

“Terus kalo BeHa singkatan opo Krip? neng TV kan BH ditunjuk sebagai pengganti BG.”

“Lha kalo itu bukan singkatan Cak, BeHa yo BeHa… Mumet sama harga-harga yang semakin tak terbeli. Lagu Tali Kutange Cak Diqin sudah tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang ini, harus ada revisi liriknya Cak… ndisik regone nem ewu… saiki rolas ewu… . Sudah sangat mendesak perlu diamandemen.” Sambil menyanyikan sebaik lirik Mr.Takrip merevisi harga tali BeHanya.

“Walah, tak kiro opo Krip, kok sampe amandemen segala. Ternyata lagu campur sarian to…Ngomong ngomong aku yo wis suwe gak ngrungoke lagu campur sarian lan dandut koplo senenganmu kae.. wis ndang di play kui neng cenel yutup.”

Kamipun terkekeh bersama sambil mulai menikmati lagu koplo terbaru yang diputar Mr. Takrip.

Melihat tingkah polah kritisnya Mr. Takrip, saya jadi kangen untuk kembali menuliskan #imigransibuk yang ternyata hampir setengah tahun ini tanpa tulisan.

#Kalibata, 27 Feb 2015

-hans-

http://www.trihans.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s